Natsya Sintia: Pelopor Muda Balikpapan yang Bawa Dunia Modeling ke Level Nasional

Natsya Sintia Maharani menerima penghargaan sebagai  pelopor muda Balikpapan 2025

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Dunia modeling di Kota Balikpapan kian menunjukkan geliatnya seiring munculnya generasi muda yang berani berkreasi dan berpikir maju.

Salah satu sosok inspiratif di balik perkembangan itu adalah Natsya Sintia Maharani, mentor modeling sekaligus pelopor usaha kreatif di bidang fashion dan pengembangan bakat yang kini memperluas kiprahnya hingga ke Samarinda dan Bontang.

Usai menerima penghargaan Pelopor Muda Balikpapan 2025, Natsya mengungkapkan komitmennya untuk menjadikan modeling bukan sekadar ajang unjuk penampilan, tetapi sebagai sarana membangun karakter dan kepercayaan diri generasi muda.

“Kami ingin memperluas jaringan agar dunia modeling Balikpapan semakin dikenal, tidak hanya di kota ini, tapi juga di luar daerah seperti Samarinda dan Bontang. Tujuannya agar masyarakat melihat bahwa modeling bisa menjadi wadah pengembangan diri yang positif,” ujarnya saat peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10/2025).

Telah menekuni dunia modeling sejak usia tiga tahun, kini Natsya memimpin sekolah modeling yang menampung peserta berusia 3 hingga 28 tahun. Di tempat ini, para siswa tidak hanya diajarkan teknik catwalk, tetapi juga public speaking, photoshoot, koreografi, hingga pelatihan self-development untuk menumbuhkan rasa percaya diri.

“Kami tidak hanya mengajarkan cara berjalan di atas panggung, tapi juga bagaimana berbicara dengan baik, bersikap profesional, dan menampilkan karakter yang kuat. Karena modeling bukan sekadar soal penampilan, tapi juga tentang kepribadian,” jelasnya.

Berbekal dedikasi itu, sekolah modeling yang dipimpinnya telah menelurkan sejumlah model berprestasi seperti Nadia Christie, Olah, dan Putri Nandha, yang berhasil menembus ajang modeling internasional di Thailand. “Beberapa anak didik kami sudah tampil di ajang luar negeri. Itu membuktikan bahwa anak Balikpapan mampu bersaing di kancah global,” tuturnya penuh kebanggaan.

Untuk melatih mental dan keterampilan tampil, kegiatan rutin digelar di dua lokasi, yakni Blue Sky Hotel Balikpapan dan Pentas City. Lebih dari 30 siswa aktif mengikuti latihan di bawah bimbingannya.  “Kami ingin mereka terbiasa tampil di depan umum, karena modeling bukan hanya tentang pose, tapi keberanian mengekspresikan diri,” kata Natsya.

Perempuan yang baru menyelesaikan pendidikan modeling di Jakarta itu menilai minat masyarakat Balikpapan terhadap dunia fashion dan modeling terus meningkat, khususnya di kalangan remaja. Namun, ia menyayangkan masih minimnya lembaga pelatihan yang memiliki kurikulum profesional. “Banyak yang berminat, tapi belum banyak sekolah modeling yang benar-benar fokus di Balikpapan. Saya ingin mengubah itu,” ungkapnya.

Natsya juga menyampaikan apresiasi kepada Disporapar Kota Balikpapan yang telah memberi dukungan dan ruang bagi komunitas kreatif muda untuk berkembang. “Kami berterima kasih kepada Disporapar yang telah mendukung dunia modeling. Ini bukan hanya soal penampilan, tapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan profesionalitas bagi generasi muda,” ujarnya.

Ia berharap ke depan dukungan dari pemerintah dan masyarakat terus mengalir, agar industri kreatif termasuk modeling semakin diakui sebagai bagian penting dari potensi Kota Balikpapan.  “Anak muda Balikpapan punya potensi besar. Dengan dukungan yang tepat, kami yakin bisa membawa nama kota ini ke tingkat nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

(ADV/Disporapar Balikpapan)