Kukar Kembangkan Tujuh Komoditas Perkebunan, Nilai Jual Petani Jadi Perhatian

Foto : Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar, Muhammad Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, TENGGARONG — Pengembangan ji perkebunan di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai diarahkan pada penguatan rantai usaha dari hulu hingga hilir. Pemerintah daerah tidak hanya mendorong peningkatan produksi, tetapi juga menyiapkan pengolahan dan pemasaran agar hasil perkebunan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Kukar, Muhammad Taufik, mengatakan terdapat tujuh komoditas perkebunan yang menjadi fokus pengembangan pemerintah daerah. Pemilihan komoditas tersebut nantinya disesuaikan dengan potensi serta karakteristik lahan di masing-masing wilayah. “Beberapa komoditas yang menjadi fokus pengembangan di antaranya perkebunan rakyat kelapa sawit, kopi, cokelat atau kakao, kelapa dalam, lada, serta sejumlah komoditas perkebunan lainnya,” kata Taufik.

Menurutnya, perkebunan rakyat memiliki posisi penting dalam mendukung perekonomian masyarakat. Karena itu, pengembangannya perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan produksi hingga penguatan produk setelah panen. “Yang menjadi fokus kita adalah bagaimana komoditas perkebunan ini bisa berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tidak hanya dari sisi produksi, tapi juga bagaimana hasil perkebunan bisa diolah sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk mencapai hal tersebut, Disbun Kukar menyiapkan sejumlah pendekatan, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani. Pembinaan dan pendampingan akan terus diberikan, disertai dukungan sarana produksi serta penguatan kelembagaan kelompok tani.

Taufik menambahkan, pengembangan komoditas tidak dapat dilakukan dengan pola yang sama di seluruh wilayah. Kondisi lahan dan karakteristik masing-masing kecamatan menjadi pertimbangan dalam menentukan komoditas yang paling sesuai untuk dikembangkan. Penguatan sektor hilir juga menjadi perhatian.

Disbun Kukar mendorong agar hasil perkebunan secara bertahap tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi petani dalam rantai usaha sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat masyarakat.

Dengan begitu, manfaat pengembangan perkebunan tidak hanya terlihat dari peningkatan produksi, tetapi juga dari bertambahnya nilai yang diterima petani. “Dengan pengembangan tujuh komoditas tersebut, sektor perkebunan diharapkan mampu menjadi salah satu penopang ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kukar, khususnya para petani perkebunan rakyat,” jelasnya.

Dukungan terhadap arah pengembangan tersebut juga datang dari Kecamatan Tenggarong Seberang. Camat Tenggarong Seberang, Sukono, menilai wilayahnya memiliki potensi perkebunan yang cukup besar untuk terus dikembangkan. “Potensi perkebunan di masyarakat cukup besar. Tinggal bagaimana pemerintah memberikan pendampingan dan membantu petani, agar hasil produksinya semakin baik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” kata Sukono.

Menurut Sukono, keberlanjutan program menjadi hal penting agar potensi perkebunan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Selain produksi, petani juga perlu mendapatkan dukungan dalam mengakses pasar sehingga hasil usaha yang diperoleh dapat lebih optimal. “Kami mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan yang tersedia, dengan memilih komoditas yang sesuai kondisi wilayah. Dengan dukungan pemerintah, pengembangan perkebunan diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dengan fokus pada komoditas potensial dan penguatan dari produksi hingga pemasaran, pengembangan perkebunan Kukar diharapkan semakin mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

(ADV/Diskominfo Kukar)