
SWARAREPUBLIKA.com, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggerakkan persiapan teknis sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-46 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada 3–10 Desember 2026.
Sejumlah kebutuhan utama penyelenggaraan, mulai dari arena utama, maskot, logo hingga tema kegiatan, telah disepakati panitia. Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi masing-masing bidang untuk segera menjalankan tugas dan rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Sudah kita sepakati hal-hal penting yang selama ini belum mencapai kata sepakat. Misalnya arena utama di mana tempatnya, kemudian maskot MTQ-nya seperti apa, logo MTQ seperti apa, kemudian tema MTQ seperti apa. Itu sekarang sudah kita sepakati semua,” kata Sunggono.
Rapat tersebut diikuti panitia inti serta sejumlah koordinator bidang pelaksana MTQ tingkat provinsi. Pertemuan juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan panitia dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kukar. Hasil pembahasan selanjutnya akan disampaikan kepada Bupati Kukar Aulia Rahman Basri untuk memperoleh persetujuan.
Setelah persetujuan diperoleh, setiap bidang diminta segera menindaklanjuti rencana kerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pemkab Kukar menargetkan persiapan teknis dan fisik mulai berjalan paling lambat 1 Oktober 2026. Target tersebut disiapkan agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dikerjakan sebelum pelaksanaan MTQ pada awal Desember.
“Insyaallah paling lambat 1 Oktober sudah running persiapan teknis, persiapan fisik kegiatan yang harus kita laksanakan,” ujarnya.
Untuk lokasi utama, halaman Kantor Bupati Kukar sementara disepakati menjadi arena utama pelaksanaan MTQ ke-46 tingkat Provinsi Kaltim. “Kalau sementara ini yang kita sepakati di halaman Kantor Bupati,” kata Sunggono.
Selain membahas aspek teknis penyelenggaraan, rapat turut mengevaluasi kinerja LPTQ Kukar. Panitia menerima laporan dari Sekretaris Umum yang sebelumnya mengikuti pelaksanaan MTQ tingkat nasional di Semarang. Pengalaman dari penyelenggaraan tingkat nasional tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memperkuat persiapan Kukar sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi.
Sejumlah hal yang diperoleh dari pelaksanaan nasional dapat menjadi referensi dalam menyiapkan kebutuhan kegiatan di daerah. Sunggono mengatakan secara umum Kukar telah siap menjadi tuan rumah. Namun, waktu persiapan yang tersisa sekitar dua bulan membuat percepatan pekerjaan pada setiap bidang perlu dilakukan.
Ia meminta seluruh koordinator bidang segera menyiapkan kebutuhan teknis sesuai tanggung jawab masing-masing. Langkah tersebut diperlukan agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai target dan memastikan pelaksanaan MTQ ke-46 tingkat Provinsi Kaltim di Kukar berlangsung sesuai jadwal.
(ADV/Diskominfo Kukar)