215 ASN Balikpapan Ikuti Profiling BKN untuk Pemetaan Karier

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Balikpapan Purnomo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Sebanyak 215 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan mengikuti profiling yang digelar Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan penerapan manajemen talenta ASN. Secara nasional, BKN menargetkan profiling terhadap sekitar 600 ribu ASN.

Pemetaan tersebut dilakukan untuk mengetahui potensi dan kompetensi pegawai yang nantinya dapat menjadi salah satu dasar dalam pengembangan karier, termasuk promosi dan mutasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Balikpapan, Purnomo, mengatakan 215 ASN yang mengikuti kegiatan merupakan hasil seleksi dari data yang sebelumnya disampaikan Pemkot Balikpapan kepada BKN.

“Untuk Balikpapan ada 215 orang yang mengikuti profiling terakhir dalam kegiatan BKN. Secara nasional targetnya sekitar 600 ribu ASN,” kata Purnomo, Senin (21/9/2026).

Menurut dia, profiling tidak hanya digunakan untuk melihat kemampuan ASN, tetapi juga membantu pemerintah menyiapkan sistem manajemen talenta. Hasil pemetaan akan menjadi bagian dari data yang digunakan dalam menentukan pengembangan karier pegawai. Dalam penerapannya, ASN akan dipetakan berdasarkan potensi dan kompetensi masing-masing.

Hasil tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam proses promosi maupun mutasi sesuai kebutuhan organisasi. Purnomo menjelaskan, Pemkot Balikpapan juga telah melakukan pemetaan kompetensi PNS melalui beberapa metode, seperti profiling, Computer Assisted Competency Test (CACT), dan Assessment Center.

Hingga saat ini, lebih dari 80 persen PNS di lingkungan Pemkot Balikpapan telah mengikuti proses pemetaan. Untuk sementara, pemetaan lebih diprioritaskan kepada PNS. Hal ini karena pola pengembangan karier PNS sudah memiliki ketentuan yang jelas, sementara aturan mengenai pola karier bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) masih berbeda.

“Kalau untuk prioritas, kita dahulukan PNS karena berkaitan dengan karier,” pungkasnya.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)