100 Rumah Warga Balikpapan Dibedah, Pemkot Fokus Benahi Atap hingga Dinding

Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menjadikan perbaikan hunian warga sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas permukiman. Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), sebanyak 100 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ditargetkan mendapat penanganan sepanjang 2026. Program tersebut menyasar rumah warga yang memenuhi kriteria penerima bantuan.

Perbaikan tidak hanya diarahkan untuk memperindah bangunan, tetapi terutama memastikan rumah lebih aman dan nyaman untuk ditempati. Salah satu penerima program berada di kawasan Manggar, Balikpapan Timur. Rumah milik Hendra Susanto kini dalam tahap renovasi dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 75 persen.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meninjau langsung proses pengerjaan rumah tersebut pada Jumat (28/2026). Dari peninjauan itu, pemerintah melihat pelaksanaan program berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan. Bagus mengatakan, kuota 100 rumah pada tahun ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Kendati jumlah penerima terbatas, bantuan diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi persyaratan. “Pemkot Balikpapan menargetkan kuota perbaikan sebanyak 100 unit rumah pada tahun ini, disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” ujar Bagus. Setiap rumah memperoleh alokasi bantuan sebesar Rp30 juta.

Anggaran tersebut dibagi menjadi Rp27 juta untuk kebutuhan material bangunan dan Rp3 juta untuk pembayaran upah tenaga kerja. Menurut Bagus, proses renovasi setiap unit diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan. Durasi pengerjaan tetap bergantung pada kondisi awal rumah serta kelancaran pekerjaan di lapangan.

“Seharusnya bisa selesai dalam rentang waktu dua hingga tiga bulan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, renovasi mengacu pada ketentuan teknis yang telah ditetapkan. Rumah penerima bantuan diarahkan menggunakan tipe bangunan 36 dengan dua kamar tidur. Adapun pekerjaan diprioritaskan pada bagian utama bangunan yang berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan penghuni.

Fokus perbaikan meliputi atap, lantai, dan dinding yang dikenal dengan konsep ALADIN. “Fokus utama perbaikan mencakup komponen penting, yaitu atap, lantai, dan dinding (ALADIN),” pungkasnya.

Pemkot berharap program bedah rumah ini dapat membantu warga mendapatkan hunian yang lebih layak sekaligus menjadi bagian dari penataan kualitas permukiman di Balikpapan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)