Keselamatan Pelajar di Jalan Raya Dimulai dari Pengawasan Keluarga

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN – Upaya melindungi pelajar dari risiko kecelakaan lalu lintas tidak cukup hanya mengandalkan aturan sekolah maupun pengawasan aparat kepolisian. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menilai keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran besar dalam membentuk perilaku anak saat berada di jalan raya.

Hal itu menjadi salah satu perhatian dalam rapat koordinasi antara Disdikbud Balikpapan bersama jajaran kepolisian di Ruang Rapat Sekretariat Disdikbud Balikpapan, Kamis(20/8/2026).

Rapat tersebut dipimpin Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik. Pembahasan diarahkan pada penguatan kesadaran pelajar terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas sekaligus membangun kepatuhan terhadap aturan sejak usia sekolah.

Irfan menegaskan, persoalan keselamatan pelajar merupakan tanggung jawab yang harus dikerjakan secara bersama-sama. Sekolah dan kepolisian memiliki peran masing-masing, namun pengawasan di lingkungan keluarga tidak kalah penting. Menurutnya, orang tua berada paling dekat dengan aktivitas anak. Karena itu, pengawasan terhadap kebiasaan dan aktivitas anak, termasuk ketika menggunakan kendaraan bermotor, harus menjadi perhatian serius.

“Keselamatan anak dalam berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya sekolah dan kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif orang tua dalam memberikan pengawasan dan edukasi kepada anak,” ujar Irfan.

Ia secara khusus mengingatkan orang tua agar tidak memberikan keleluasaan kepada anak yang masih di bawah umur untuk mengendarai kendaraan bermotor. Kebiasaan memberikan kendaraan kepada anak yang belum memenuhi persyaratan berkendara, kata dia, bukan hanya meningkatkan risiko kecelakaan bagi anak tersebut, tetapi juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Orang tua jangan lalai memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang masih di bawah umur. Edukasi, pengawasan, dan keteladanan dari keluarga sangat penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.

Di sisi lain, Disdikbud Balikpapan juga akan terus memperkuat edukasi keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah. Pelajar diharapkan tidak sekadar mengetahui aturan, tetapi mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari. Irfan menilai pembentukan karakter disiplin di jalan perlu dilakukan sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta tidak berkendara sebelum memenuhi ketentuan harus terus ditanamkan.

“Dengan sinergi pemerintah, kepolisian, sekolah, dan orang tua, kami berharap kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar semakin meningkat,” katanya.

Menurut Irfan, pendekatan tersebut harus dilakukan secara berkelanjutan. Sosialisasi saja dinilai belum cukup apabila tidak diikuti pengawasan dan keteladanan dari lingkungan terdekat pelajar. Melalui kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, sekolah dan keluarga, Disdikbud berharap angka kecelakaan yang melibatkan pelajar dapat ditekan.

Lebih dari itu, upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman sekaligus membentuk generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab saat berada di jalan raya.

“Harapannya, tercipta lingkungan pendidikan yang aman dan generasi muda yang lebih disiplin serta bertanggung jawab di jalan raya,” pungkas Irfan.

(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)