SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota Balikpapan mulai mempersiapkan pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi di wilayah Kariangau hingga Kilometer 13 Balikpapan Utara.
Lahan seluas kurang lebih 130 hektare disiapkan sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian daerah di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan tersebut dirancang menjadi pusat industri penunjang yang mampu menghadirkan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka peluang investasi baru.
Kehadiran kawasan industri itu juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas bagi masyarakat lokal. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan sektor hilirisasi menjadi salah satu bidang yang harus segera diperkuat agar Balikpapan tidak hanya berperan sebagai kota transit menuju IKN, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.
“Kalau industri hilir berkembang, otomatis peluang kerja juga meningkat. Ini penting agar masyarakat Balikpapan ikut merasakan dampak positif pembangunan,” ujar Bagus, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, kawasan yang saat ini disiapkan sebenarnya telah lama masuk dalam rencana pengembangan industri kota. Namun hingga kini pemanfaatannya dinilai belum maksimal. Karena itu, pemerintah mulai mendorong percepatan pengembangan agar potensi ekonomi di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, sektor industri hilir memiliki prospek besar karena mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung lainnya. Aktivitas industri diperkirakan akan berdampak pada peningkatan sektor logistik, perdagangan, jasa, hingga pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, posisi Balikpapan yang berada di jalur utama menuju kawasan IKN dinilai menjadi keuntungan tersendiri dalam menarik minat investor. Selama ini Balikpapan dikenal sebagai pintu gerbang utama Kalimantan Timur dengan dukungan infrastruktur yang relatif lebih siap dibanding sejumlah daerah lain di sekitar IKN.
Bagus menegaskan momentum pembangunan IKN harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar Balikpapan mampu memperkuat posisinya sebagai kota penyangga utama. Pemerintah berharap investasi yang masuk nantinya tidak hanya berfokus pada sektor konstruksi, tetapi juga berkembang ke industri pengolahan dan hilirisasi.
Menurut dia, keberadaan kawasan industri baru nantinya diharapkan mampu menciptakan efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain membuka lapangan pekerjaan, proyek tersebut diyakini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat daya saing Balikpapan sebagai pusat ekonomi baru di Kalimantan Timur.
Pemkot Balikpapan juga terus berupaya menjaga iklim investasi tetap kondusif dengan memperkuat infrastruktur pendukung, akses logistik, hingga stabilitas daerah guna menarik lebih banyak investor ke sektor industri berkelanjutan.
(ADV/J/Diskominfo Balikpapan)