SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Momentum libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi waktu yang dinanti masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga. Namun di balik suasana penuh kebahagiaan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh serta kebersihan lingkungan agar tetap terhindar dari berbagai risiko penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan, Alwiati, menuturkan bahwa periode libur Lebaran kerap diiringi dengan menurunnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Aktivitas yang meningkat di rumah, mulai dari memasak hingga menerima tamu, sering kali membuat kebersihan lingkungan kurang mendapat perhatian.
“Kesibukan menyiapkan hidangan Lebaran jangan sampai membuat masyarakat abai terhadap kebersihan rumah dan lingkungan sekitar,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi lingkungan yang tidak terjaga berpotensi memicu munculnya penyakit, salah satunya demam berdarah dengue (DBD). Genangan air yang terbentuk di berbagai wadah saat aktivitas rumah tangga meningkat bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Untuk itu, Dinkes mengajak masyarakat agar tetap disiplin menjalankan gerakan 3M, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah yang berpotensi menampung air, serta mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk.
“Upaya sederhana seperti 3M jika dilakukan secara rutin dapat memutus siklus perkembangbiakan nyamuk, sehingga risiko penularan DBD bisa ditekan,” jelasnya.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, perlindungan diri dari gigitan nyamuk juga dinilai penting. Penggunaan kelambu saat tidur serta memastikan tidak ada air tergenang di sekitar rumah menjadi langkah pencegahan yang efektif.
Di sisi lain, Alwiati juga menyoroti pola konsumsi masyarakat selama Lebaran. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, perubahan pola makan secara drastis sering kali berdampak pada kondisi kesehatan. Menurutnya, sejumlah penyakit seperti hipertensi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan lambung menjadi keluhan yang cukup sering ditemukan pasca-Lebaran.
“Banyak masyarakat yang cenderung mengonsumsi makanan secara berlebihan sebagai bentuk ‘balas dendam’ setelah berpuasa. Padahal, hal tersebut justru bisa memicu gangguan kesehatan,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mengontrol asupan makanan dengan memperhatikan prinsip gizi seimbang. Konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam sebaiknya dibatasi, serta diimbangi dengan asupan buah dan sayur. Tak kalah penting, menjaga daya tahan tubuh juga perlu dilakukan dengan cukup istirahat dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik atau aktivitas luar rumah yang padat.
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan berharap masyarakat dapat menikmati momen Lebaran dengan penuh kebahagiaan tanpa mengabaikan kesehatan.
“Momen kebersamaan saat Lebaran tentu sangat berharga. Namun, akan lebih baik jika dirayakan dengan tetap menjaga kesehatan diri dan keluarga,” pungkasnya.
(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)