SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan, – Menyambut bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Balikpapan memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam kondisi optimal.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama menjalankan ibadah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa peningkatan kesiapsiagaan telah dirancang jauh hari sebelum Ramadan dimulai.
“Kami melakukan sosialisasi dan edukasi di enam kecamatan agar masyarakat memahami potensi risiko dan cara pencegahannya. Antisipasi harus dilakukan sejak dini,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, Ramadan identik dengan meningkatnya aktivitas warga, terutama pada malam dan dini hari. Karena itu, BPBD menyiapkan enam posko siaga yang tersebar di setiap kecamatan dengan dukungan sekitar 60 hingga 70 personel yang bertugas secara bergantian.
“Setiap kecamatan memiliki satu UPTD, dan di Balikpapan Barat serta Balikpapan Utara kami tambahkan pos pembantu karena tingkat kerawanannya lebih tinggi. Seluruh pos beroperasi 24 jam penuh,” tegasnya.
Sejumlah kawasan dipetakan sebagai wilayah rawan kebakaran, seperti Balikpapan Barat yang padat penduduk, kawasan Perapatan di wilayah selatan, serta Gunung Sari di Balikpapan Tengah yang berada di perbukitan. Balikpapan Timur juga menjadi perhatian khusus karena masih terdapat rumah berbahan kayu yang mudah terbakar.
Selain kebakaran, BPBD turut mewaspadai dampak hujan deras dan angin kencang. Sampai saat ini, kondisi cuaca memang didominasi hujan, namun belum berdampak signifikan.
“Ada beberapa pohon tumbang dan genangan, tetapi dapat ditangani cepat dan surut dalam waktu singkat,” jelas Usman.
Ia menegaskan, koordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, serta OPD terkait terus diperkuat demi memastikan respons cepat dan terpadu. “Kami ingin Ramadan berlangsung aman, damai, dan penuh keberkahan. Petugas tetap siaga maksimal meski menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya.
(ADV/J/Diskominfo kota Balikpapan)