Pemkot Balikpapan Siapkan Rekrutmen Guru Besar-Besaran Hadapi Kekurangan Tenaga Pendidik 2026

Kepala dinas pendidikan kota Balikpapan Irfan Taufik

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mulai bergerak cepat menyiapkan solusi untuk mengantisipasi gelombang pensiun tenaga pendidik yang akan terjadi pada akhir 2025.

Lonjakan jumlah guru yang memasuki masa purnabakti diperkirakan berdampak pada layanan pendidikan di tahun berikutnya jika tidak segera ditangani.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, menuturkan bahwa pihaknya telah merancang program rekrutmen besar-besaran. Sedikitnya 500 hingga 600 guru baru bersama tenaga kependidikan (tendik) akan diproyeksikan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan, Jumat (12/9/2025)

Proses seleksi akan dilakukan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) agar lebih transparan dan objektif. “Tanpa langkah antisipasi, sekolah dasar menjadi yang paling rentan kekurangan guru. Karena itu, rekrutmen ini penting supaya tidak ada layanan pendidikan yang terhambat,” jelas Irfan.

Ia menambahkan, guru yang akan diterima wajib berpendidikan minimal S1 sesuai bidangnya. Sementara tenaga kependidikan akan diarahkan untuk mendukung kelancaran administrasi, kebersihan, hingga keamanan sekolah.

Pola pembagian tugas ini diyakini mampu membuat guru lebih fokus menjalankan fungsi utama, yakni mengajar. Pemkot Balikpapan juga menerapkan skema kontrak kerja individu, yang sebelumnya terbukti efektif di Jakarta dalam meningkatkan kinerja tenaga pengajar.

Melalui sistem ini, guru maupun tenaga pendidik akan mendapatkan penilaian secara berkala sehingga mutu pendidikan lebih terjaga. Disdikbud menargetkan tenaga baru ini mulai aktif mengajar pada Januari 2027.

Irfan mengungkapkan, kebutuhan anggaran program diperkirakan mencapai Rp20–30 miliar. Namun, jumlah final tenaga yang akan direkrut baru akan ditetapkan pada akhir November 2026, menyesuaikan dengan kondisi fiskal daerah.

Selain mengisi kekosongan akibat pensiun, rekrutmen ini juga diharapkan mampu mewujudkan pemerataan tenaga pengajar di seluruh wilayah kota. Dengan langkah tersebut, tidak ada lagi sekolah yang kekurangan guru pada mata pelajaran inti.

“Ini bagian dari komitmen Pemkot Balikpapan untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan hak belajar terbaik dan pemerataan mutu pendidikan di semua sekolah,” pungkas Irfan.

(ADV/Diskominfo Balikpapan)