Pemkot Balikpapan Perkuat Upaya Penyediaan Air Bersih untuk Warga

Walikota Balikpapan H Rahmad Mas'ud

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus berupaya memastikan ketersediaan air bersih yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. Dengan kondisi geografis yang tidak memiliki sungai sebagai sumber utama air baku, kota ini menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air yang terus meningkat.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengungkapkan bahwa saat ini kota tersebut mengalami defisit air baku mencapai 920 liter per detik. Untuk mengatasi permasalahan ini, pemerintah mengandalkan pasokan dari Bendungan Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam dalam lima tahun mendatang.

“Kami harus mencari solusi terbaik karena Balikpapan tidak memiliki sungai sebagai sumber air baku. Saat ini, kami sedang mengupayakan suplai air dari sumber regional seperti Bendungan Sepaku Semoi dan Sungai Mahakam agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” ujar Rahmad Mas’ud pada Kamis, 6 Maret 2025.

Bendungan Sepaku Semoi yang berlokasi di Penajam Paser Utara diproyeksikan menjadi pemasok utama air baku bagi Balikpapan. Selain itu, Pemkot juga berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah lainnya untuk mengoptimalkan pemanfaatan Sungai Mahakam sebagai sumber tambahan pasokan air bagi kota ini.

Selain memastikan sumber air baku yang memadai, Pemkot Balikpapan juga memperkuat infrastruktur pengolahan dan distribusi air. Langkah-langkah strategis yang tengah dilakukan meliputi peningkatan kapasitas instalasi pengolahan air, modernisasi jaringan distribusi, serta pengurangan tingkat kebocoran dalam sistem perpipaan.

“Pemerintah berkomitmen penuh untuk menyediakan akses air bersih yang layak bagi seluruh warga. Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga upaya menjaga ketahanan dan keberlanjutan air bagi generasi mendatang,” tambah Rahmad Mas’ud.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkot juga menggencarkan program konservasi air. Masyarakat didorong untuk menggunakan air secara bijak, baik dalam skala rumah tangga maupun industri, dengan penerapan teknologi hemat air.

Melalui berbagai langkah ini, Pemkot Balikpapan optimistis dapat mengatasi tantangan ketersediaan air bersih dalam lima tahun ke depan. Dengan kerja sama berbagai pihak, distribusi air bersih diharapkan semakin merata dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat secara berkelanjutan.

(ADV/Diskominfo/J)