SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kembali memanfaatkan sumur sebagai salah satu sumber air baku untuk mempertahankan pelayanan kepada masyarakat di Balikpapan Timur.
Langkah ini dilakukan karena sumber air permukaan di sekitar lokasi belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan instalasi pengolahan air (IPA) di kawasan Balikpapan Timur tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 10 liter per detik dengan cakupan pelayanan mencapai 1.089 sambungan rumah (SR).
Menurut Yudhi, terdapat tiga sumber air baku yang dapat dimanfaatkan di lokasi itu. Saat ini PTMB mengoperasikan dua sumur, sedangkan sumber air dari Sungai Selok Api belum dapat digunakan karena kondisinya sedang kering.
“Kalau musim hujan, kita bisa mengambil dari Sungai Selok Api. Tapi sekarang sungainya kering, jadi masih menggunakan sumur,” ujar Yudhi saat ditemui di lokasi, Kamis (8/10/2026).
Ia berharap kunjungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke lokasi tersebut dapat membuka peluang peningkatan kapasitas IPA. PTMB berencana mengusulkan penambahan kapasitas produksi hingga 30–50 liter per detik.
Dengan peningkatan tersebut, cakupan pelayanan di Balikpapan Timur diharapkan dapat diperluas hingga sekitar 3.000 sampai 5.000 sambungan rumah. Yudhi menjelaskan, fasilitas tersebut sebenarnya telah dibangun cukup lama dan sempat tidak difungsikan karena PTMB lebih banyak menggunakan sumber air permukaan.
Namun, bertambahnya kebutuhan sambungan rumah seiring pertumbuhan penduduk membuat sumur kembali dimanfaatkan. “Kita akui saat ini memang kekurangan sumber air baku. Jadi ini salah satu IPA yang membantu menambah layanan di sekitar Balikpapan Timur,” katanya.
Kondisi ketersediaan air baku juga menjadi perhatian PTMB menyusul terus menurunnya level air waduk. Menurut Yudhi, dampaknya cukup terasa di Balikpapan Timur karena wilayah tersebut banyak bergantung pada pasokan dari IPA Teritip.
Saat ini produksi IPA Teritip hanya mampu berjalan sekitar 50 persen. Untuk mempertahankan pelayanan, PTMB memaksimalkan sumur-sumur yang tersedia di sejumlah IPA untuk diolah dan disalurkan kepada masyarakat. “Terutama di Timur itu sangat terasa. Level waduk Teritip makin turun, sehingga kita hanya bisa produksi 50 persen. Sumur-sumur yang ada kita maksimalkan untuk kemudian diolah dan disalurkan ke masyarakat,” jelasnya.
Yudhi mengatakan kondisi tersebut juga berkaitan dengan dampak El Nino yang menyebabkan gangguan terhadap pelayanan air bersih. PTMB pun menyiapkan layanan air melalui mobil tangki sebagai langkah antisipasi bagi masyarakat yang mengalami gangguan pelayanan perpipaan. “Mungkin saat ini banyak gangguan karena adanya El Nino, tapi kita juga mengantisipasi dengan menyiapkan layanan tangki,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana. Menurutnya, keterbatasan sumber air baku membuat penggunaan air perlu diperhatikan agar ketersediaannya tetap terjaga dan pelayanan dapat diberikan kepada masyarakat. Di sisi lain, PTMB mendapat dukungan dari kalangan pengusaha, khususnya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dalam pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki.
Yudhi menjelaskan, kerja sama tersebut bukan merupakan pembentukan satuan tugas. Para pengusaha membentuk tim untuk membantu masyarakat yang terdampak gangguan layanan perpipaan, sementara PTMB menyediakan air bersihnya. “Teman-teman pengusaha, khususnya HIPMI, membentuk satu tim untuk membantu masyarakat. Kami menyiapkan airnya, sedangkan teman-teman HIPMI menyiapkan mobil tangki bekerja sama dengan Kodam,” jelasnya.
Mulai Jumat (9/10/2026), PTMB bersama pihak yang terlibat akan mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan pasokan air bersih. Penyaluran selanjutnya dilakukan menggunakan mobil tangki ke lokasi yang terdampak.
PTMB saat ini telah menyiapkan 17 mobil tangki. Ditambah dukungan sekitar empat armada dari HIPMI dan Kodam, total sekitar 20 mobil tangki disiapkan untuk membantu pendistribusian air kepada masyarakat.
(*)