
SWARAREPUBLIKA.com, SAMARINDA — Tim bola tangan (handball) Kalimantan Timur (Kaltim) menorehkan prestasi gemilang pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior Bola Tangan 2026 di Surabaya. Dari 12 atlet yang diturunkan, Kaltim berhasil mengamankan tiga gelar juara pertama dan satu posisi runner-up dari kategori indoor dan beach.
Kejurnas Junior Bola Tangan 2026 berlangsung pada 3-8 Agustus 2026. Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi perkembangan olahraga bola tangan di Kaltim, sekaligus menunjukkan kemampuan atlet muda daerah bersaing di level nasional. Tiga medali emas masing-masing diraih melalui kategori beach putra, beach putri, dan indoor putri.
Sementara satu medali perak diperoleh dari kategori indoor putra. Pelatih tim handball Kaltim, Yulianto Efendi Sir, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil dari kerja keras atlet selama menjalani persiapan hingga pertandingan. Ia mengakui persaingan di kejuaraan berlangsung ketat, terutama saat menghadapi tim Jawa Timur sebagai tuan rumah.
“Awalnya kami tidak menyangka hasilnya bisa sebagus ini. Salah satu lawan terberat tentu tuan rumah Jawa Timur. Namun, berkat kerja keras dan perjuangan para atlet, kami mampu membuktikan kualitas Kaltim di tingkat nasional,” ujar Yulianto.
Keberhasilan tersebut juga mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah Kaltim, terutama dalam pembiayaan keberangkatan dan kebutuhan operasional tim selama mengikuti kejuaraan. Di antara para atlet yang turut mengukir prestasi tersebut terdapat Zahir Rasydien, 14, siswa SMPN 4 Balikpapan. Zahir telah menekuni olahraga bola tangan selama kurang lebih empat tahun.
Baginya, kesempatan memperkuat Kaltim di tingkat nasional menjadi pengalaman sekaligus kebanggaan tersendiri. Persaingan ketat di lapangan, khususnya ketika menghadapi tim tuan rumah, tidak menyurutkan semangat Zahir. Ia bersama rekan-rekannya terus berjuang hingga mampu membawa pulang prestasi untuk Kaltim.
“Motivasi terbesar saya bukan sekadar logam yang ada di tangan ini, tetapi setiap proses berat yang membentuk saya hingga layak memegangnya,” tutur Zahir.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh orang lain. Latihan, kelelahan, hingga berbagai tantangan selama menjalani proses sebagai atlet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pencapaian tersebut.
“Motivasi saya adalah rasa hormat terhadap keringat, air mata, dan malam-malam panjang ketika tidak ada orang yang melihat, tetapi saya tetap memilih untuk bangkit dan berlatih lebih keras. Trofi ini menjadi bukti bahwa rasa lelah itu terbayar,” katanya.
Selain Zahir, sejumlah atlet lain juga menjadi bagian dari tim yang membawa pulang medali untuk Kaltim. Di antaranya De Andro Saputra Sir, 19, dan Robert Alensky Allu Yatu, 18, yang turut meraih medali emas. Kemudian Hendrikus Bao Rabu dan Yohanes Anjas Saputra juga ikut mencatatkan prestasi dalam kejuaraan tersebut.
Di balik keberhasilan itu, para atlet berharap prestasi yang mereka raih dapat menjadi perhatian bagi pemerintah untuk meningkatkan pembinaan bola tangan di daerah. Salah satu yang masih menjadi perhatian adalah keterbatasan fasilitas latihan dan dukungan akomodasi, terutama bagi atlet yang berasal dari wilayah pelosok seperti Krayan Sentosa dan Long Ikis.
De Andro dan Robert berharap capaian di tingkat nasional tersebut dapat membuka peluang pembinaan yang lebih baik bagi atlet-atlet muda Kaltim. Menurut mereka, fasilitas yang memadai akan membantu atlet mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan peluang untuk bersaing pada ajang yang lebih tinggi. Bagi Zahir dan rekan-rekannya, torehan di Surabaya bukan sekadar soal medali.
Prestasi tersebut juga menjadi bentuk penghargaan kepada keluarga, pelatih, pemerintah daerah, dan masyarakat Kaltim yang selama ini memberikan dukungan. “Kemenangan ini dari dalam hati saya persembahkan untuk orang tua yang selalu mendukung, serta para pelatih yang tidak pernah lelah membimbing dan mendorong saya untuk terus berusaha keras dan pantang menyerah,” tutup Zahir.
Prestasi tiga emas dan satu perak di Kejurnas Junior 2026 diharapkan menjadi momentum bagi pembinaan olahraga bola tangan Kaltim agar semakin berkembang, sekaligus melahirkan lebih banyak atlet muda yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. (*)