PPP Balikpapan Optimistis Raih Satu Fraksi, Muscab Jadi Titik Awal Penguatan Partai

Ketua DPC ppp Balikpapan Iwan Wahyudi

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Balikpapan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Pasifik Balikpapan, Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal partai sekaligus mempersiapkan strategi politik menghadapi agenda ke depan.

Ketua DPC PPP Balikpapan, Iwan Wahyudi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscab dihadiri oleh jajaran pimpinan wilayah serta seluruh peserta dari tingkat cabang. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan strategis bagi partai.

“Ini menjadi ajang konsolidasi bagi PPP Kota Balikpapan. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti bersama Kabupaten Penajam Paser Utara dan Paser, meskipun sidang tetap dilaksanakan masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, Muscab merupakan mandat organisasi yang wajib dilaksanakan, sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap kinerja politik partai selama lima tahun terakhir. Evaluasi tersebut mencakup pembentukan struktur partai hingga proses penjaringan calon legislatif.

Iwan menambahkan, hasil Muscab nantinya akan menentukan formatur yang bertugas menyusun kepengurusan baru. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pembentukan pengurus di tingkat kecamatan (PAC) hingga ranting di seluruh wilayah Balikpapan. “Setelah Muscab, kita akan memperkuat struktur hingga ke enam kecamatan dan 34 kelurahan. Ini penting untuk memperkuat basis dan pergerakan partai,” jelasnya.

Dalam menghadapi Pemilu 2029, PPP Balikpapan menargetkan perolehan minimal satu fraksi di DPRD Kota Balikpapan, atau setidaknya empat kursi. Target tersebut dinilai realistis dengan dukungan mesin partai yang terus diperkuat melalui konsolidasi dan komunikasi intensif antar kader.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Kalimantan Timur, Gamalis SE, menegaskan bahwa Muscab merupakan bagian dari upaya menyusun kepengurusan yang lebih solid dan berkualitas. Ia menyebut, dinamika politik yang semakin kompleks menuntut PPP untuk lebih selektif dalam menentukan kepemimpinan di tingkat cabang. “Kita ingin kepengurusan yang terbentuk benar-benar mampu membawa PPP menjadi lebih baik ke depan. Karena itu, pemilihan formatur harus dilakukan secara selektif,” katanya.

Gamalis juga menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah melalui forum Muscab gabungan, sehingga terjadi pertukaran gagasan dan pengalaman antar pengurus. Hal ini dinilai dapat memperkuat strategi partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan. Ia menambahkan, PPP menargetkan untuk mengembalikan kursi legislatif yang sempat hilang, termasuk di tingkat pusat.

Untuk Balikpapan sendiri, target satu fraksi menjadi prioritas yang harus diwujudkan. “Muscab ini menjadi langkah awal untuk memastikan PPP memiliki struktur yang kuat dan siap bersaing di pemilu mendatang,” pungkasnya.

(R)