Puskesmas Manggar Baru Perketat Surveilans Malaria untuk Cegah Penularan Lokal

Pemegang  program Malaria Puskesmas Manggar Baru 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Puskesmas Manggar Baru memperkuat pengawasan malaria setelah adanya peningkatan kasus pada warga yang baru kembali dari wilayah endemis. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi penularan lokal di Balikpapan, terutama karena kota ini telah berstatus eliminasi malaria.

Suriana, Pemegang Program Malaria Puskesmas Manggar Baru, menjelaskan bahwa tindakan cepat diperlukan untuk memastikan tidak ada risiko penularan dari kasus importasi tersebut. Pernyataan itu ia sampaikan pada Rabu (3/12/2025).

Suriana menuturkan bahwa pihaknya langsung melakukan pemeriksaan lingkungan serta survei reseptivitas untuk menilai potensi keberadaan vektor. Langkah ini menjadi bagian penting dari respon dini terhadap laporan warga yang kembali dari daerah endemis.

Dari hasil pemeriksaan, ia memastikan bahwa tidak ditemukan jentik nyamuk anopheles di lingkungan yang disurvei sehingga risiko penularan dapat ditekan sejak awal. Ia menambahkan bahwa setiap warga yang baru bepergian dari daerah endemis akan menjalani survei migrasi untuk melihat kemungkinan paparan.

Puskesmas menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT) sebagai pemeriksaan awal. Jika hasil menunjukkan reaktif, pasien akan menjalani pemeriksaan mikroskopis sebagai standar baku untuk memastikan diagnosis.

Suriana menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan cepat untuk mencegah peluang terjadinya penularan lanjutan. Selain itu, upaya penguatan surveilans dilakukan melalui kerja kolaboratif bersama Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dan tim BKK yang turut turun ke lapangan.

Menurutnya, kerja sama lintas sektor tersebut sangat membantu dalam mempercepat penilaian situasi dan memastikan tidak ada area yang luput dari pemantauan. Suriana menyebut bahwa semangat yang dibangun bersama adalah menjaga agar tidak muncul kasus malaria yang berasal dari penularan lokal.

Meskipun hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi lingkungan masih aman, Suriana mengingatkan bahwa kewaspadaan harus tetap dijaga. Importasi kasus dari luar daerah tetap menjadi tantangan dan membutuhkan surveilans yang ketat agar status eliminasi malaria di Balikpapan dapat terus dipertahankan.

(ADV/Puskesmas)