Kasus Malaria Meningkat, Puskesmas Manggar Baru Minta Warga Waspada

Suriana pemegang program Malaria puskesmas Manggar Baru 

SWARAREPUBLIKA.com, Balikpapan — Puskesmas Manggar Baru mencatat kenaikan kasus malaria sepanjang tahun 2025, terutama dari kelompok masyarakat yang baru selesai menjalankan penugasan di luar daerah dengan tingkat risiko penularan cukup tinggi. Peningkatan ini disampaikan oleh Suriana, Pemegang Program Malaria Puskesmas Manggar Baru, pada Rabu (3/12/2025).

Suriana mengungkapkan bahwa tren peningkatan paling menonjol terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun. “Kasus paling banyak muncul pada September 2025.Berdasarkan hasil pemeriksaan Mass Blood survey(survei darah massal).kami menemukan beberapa orang yang dinyatakan positif,dengan sebagian besar memiliki riwayat perjalanan dari daerah yang diketahui sebagai wilayah endemis malaria,” jelasnya.

Menurutnya, pola ini bukan hal baru, tetapi menjadi pengingat bahwa mobilitas penduduk dari daerah tinggi risiko menjadi faktor utama masuknya kasus ke Balikpapan. Suriana menegaskan bahwa masyarakat umum sebenarnya berada pada risiko rendah karena Balikpapan merupakan daerah yang telah mencapai eliminasi malaria.

Namun, risiko importasi kasus dari luar daerah masih harus diwaspadai. “Kami selalu melakukan pencatatan dan pemantauan terhadap siapapun yang baru pulang dari wilayah endemis. Begitu tiba di Balikpapan, mereka langsung masuk ke surveilans kami,” katanya.

Kenaikan kasus ini langsung ditindaklanjuti melalui pemeriksaan cepat dan investigasi epidemiologi. Suriana menuturkan bahwa pemeriksaan berlapis seperti RDT dan mikroskopis dilakukan untuk memastikan diagnosis secara akurat. “Kami tidak ingin ada keterlambatan. Begitu ada gejala atau riwayat perjalanan, kami periksa segera,” terangnya.

Meski kasus meningkat, Suriana menegaskan bahwa situasi tetap terkendali dan tidak mengarah pada penularan lokal. “Ini murni importasi kasus, bukan penularan di masyarakat. Lingkungan Balikpapan masih aman,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat tetap menjaga kewaspadaan, terutama jika memiliki keluarga yang baru kembali dari penugasan luar daerah. “Kami ingin Balikpapan tetap bertahan sebagai daerah eliminasi malaria. Dengan pemantauan yang ketat, kami optimis kasus baru dapat ditekan,” tutupnya.

(ADV/Puskesmas)