Begini Alur Penanganan Pasien Gigitan Hewan di Puskesmas Manggar Baru

Nur Mu'arifatin Hikmah penanggung jawab program Rabies puskesmas Manggar Baru 

SWARAREPubLIKA.com, BALIKPAPAN — Penanganan gigitan hewan penular rabies tidak boleh dilakukan sembarangan. Puskesmas Manggar Baru menerapkan prosedur standar untuk memastikan pasien mendapatkan layanan tepat dan risiko penularan rabies dapat dicegah secara maksimal.

Penanggung Jawab Program Rabies, Nur Mu’arifatin Hikmah, menjelaskan secara rinci alur penanganan tersebut dalam wawancara pada Selasa, 25 November 2025. Menurut Nur, hal pertama yang wajib dilakukan adalah mencuci luka dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit.

Prosedur ini sangat penting karena dapat mengurangi jumlah virus yang mungkin masuk melalui gigitan atau cakaran. Di puskesmas, tenaga kesehatan akan membantu membersihkan luka lebih lanjut sebelum menilai tingkat risikonya. “Kami akan menilai apakah luka tersebut berisiko tinggi atau tidak. Kalau risikonya tinggi, vaksin anti rabies (VAR) akan langsung diberikan,” jelasnya.

Selain penilaian luka, evaluasi terhadap hewan juga wajib dilakukan. Hewan yang menggigit tidak boleh dibunuh, karena harus menjalani observasi selama 14 hari. Observasi ini menentukan apakah pasien membutuhkan dosis vaksin tambahan. “Kalau hewannya mati dalam masa observasi, maka pasien perlu melanjutkan vaksin dosis ketiga,” tambahnya.

Nur menegaskan bahwa masyarakat sering kali salah langkah karena membunuh hewan yang menggigit. Padahal tindakan tersebut justru menyulitkan evaluasi medis terhadap risiko penularan. Ia berharap masyarakat mulai memahami pentingnya prosedur observasi tersebut agar pengobatan berjalan tepat. Selain vaksin, edukasi juga menjadi bagian penting dalam penanganan gigitan.

Banyak warga datang dalam keadaan panik meski luka termasuk berisiko rendah. Tenaga kesehatan akan memberikan penjelasan terkait kategori risiko, ciri-ciri hewan yang mungkin terinfeksi, serta cara pencegahan. “Yang kami tekankan, jangan panik. Lakukan pencucian luka dulu lalu segera datang ke fasilitas kesehatan,” tegas Nur.

Ia juga mengingatkan bahwa rabies adalah penyakit dengan tingkat kematian hampir 100 persen jika sudah menunjukkan gejala. Karena itu, penanganan awal yang cepat sangat menentukan keselamatan pasien.

(ADV/Puskesmas)