Peran Posyandu Integrasi & Program CKB dalam Deteksi Dini

 
Puskesmas Manggar baru giat Posyandu di RT 31 Balikpapan timur 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Posyandu Integrasi Layanan Primer yang digelar Puskesmas Manggar Baru di RT 31 menjadi salah satu sarana penting dalam meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit, termasuk Hepatitis B.

Melalui kegiatan ini, warga mendapatkan layanan skrining, edukasi, hingga pemeriksaan lanjutan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Kegiatan posyandu integrasi tersebut mencakup seluruh kelompok usia—mulai dari bayi, balita, dewasa, hingga lansia.

Dalam implementasinya, tenaga kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan dasar, penimbangan, konseling kesehatan, serta skrining penyakit menular dan tidak menular. Salah satu layanan yang banyak diminati adalah pemeriksaan Hepatitis B melalui tes HBsAg. Bidan Arniati Manda Sari menyebut bahwa layanan skrining ini sangat penting karena banyak warga tidak mengalami gejala meski sudah membawa virus.

Melalui posyandu, proses deteksi dapat dilakukan lebih cepat dan terjangkau bagi masyarakat. “Warga cukup antusias, terutama saat pemeriksaan HBsAg dan konsultasi kesehatan. Banyak dari mereka yang tidak sempat datang ke puskesmas, sehingga posyandu ini sangat membantu,” katanya.

Selain posyandu, program Cek Kesehatan Bersama (CKB) juga menjadi daya tarik tersendiri karena menyediakan pemeriksaan gratis. Program ini memberikan kesempatan kepada warga untuk memeriksakan kesehatan secara menyeluruh, termasuk riwayat keluarga dan potensi penyakit turunan. “Dokter biasanya menanyakan riwayat penyakit keluarga. Kalau ada indikasi risiko, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan,” tambah Arniati.

Apabila ditemukan hasil reaktif, puskesmas akan memberikan pendampingan lengkap mulai dari konseling, pemantauan kesehatan, hingga rujukan ke dokter spesialis penyakit dalam. Langkah ini dinilai efektif dalam memutus penularan Hepatitis B di masyarakat, terutama pada kelompok ibu hamil dan bayi.

Posyandu integrasi juga berfungsi sebagai pusat edukasi. Melalui kegiatan ini, warga diberi penjelasan mengenai pola hidup bersih, pencegahan penularan penyakit, dan pentingnya imunisasi. Arniati berharap kegiatan rutin seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.

Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan dan partisipasi aktif warga, posyandu integrasi diharapkan mampu memperkuat layanan primer sekaligus menjadi garda terdepan dalam deteksi dini Hepatitis B di permukiman.

(ADV/Puskesmas)