Hepatitis B: Risiko, Penularan dan Rendahnya kesadaran warga

Bidan Puskesmas Manggar baru Arniati Manda Sari bersama petugas puskesmas melaksanakan kegiatan posyandu 

SWARAREPUBLiKA.com, BALIKPAPAN — Tingkat kesadaran masyarakat terhadap bahaya Hepatitis B masih tergolong rendah, meskipun penyakit ini menjadi salah satu infeksi yang paling sering ditemukan di lapangan. Kondisi tersebut terpotret dari temuan Puskesmas Manggar Baru yang menyebut banyak warga, khususnya ibu hamil, baru mengetahui status kesehatannya setelah menjalani pemeriksaan rutin.

Bidan Puskesmas Manggar Baru, Arniati Manda Sari, menjelaskan bahwa Hepatitis B kerap tidak menimbulkan gejala sehingga penderitanya tidak merasa sakit. Mereka baru menyadari keberadaan virus ketika sudah terjadi infeksi yang cukup lama. Fenomena ini yang membuat kasus Hepatitis B masih tinggi dalam pemeriksaan kesehatan primer.

“Hepatitis B ini sering tidak disadari karena gejalanya tidak muncul. Banyak ibu hamil yang baru mengetahui statusnya saat pemeriksaan kehamilan,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat risiko penularan kepada bayi sangat tinggi, terutama saat proses persalinan. Arniati menjelaskan cara penularan Hepatitis B sebagai berikut:

*Melalui darah: berbagi jarum suntik, sikat gigi, pisau cukur, dan alat medis lainnya yang tidak steril.

*Hubungan seksual: melalui seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi. Dari ibu ke anak: terjadi saat lahir jika ibu memiliki Hepatitis B.

*Tato dan tindik: melalui alat yang tidak steril untuk membuat tato atau tindik.

Situasi ini diperburuk oleh kebiasaan masyarakat yang masih abai terhadap pola hidup bersih, termasuk kebiasaan makan bersama satu wadah atau berbagi peralatan tanpa disadari. Minimnya edukasi dan informasi menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan.

Puskesmas Manggar Baru secara bertahap melakukan sosialisasi, terutama melalui posyandu serta kegiatan Cek Kesehatan Bersama (CKB).

Meski demikian, Arniati menilai edukasi yang diberikan kepada masyarakat masih perlu diperluas, mengingat risiko Hepatitis B sangat berpengaruh pada kualitas kesehatan ibu dan bayi. Dengan masih rendahnya tingkat kewaspadaan masyarakat, tenaga kesehatan berharap upaya edukasi rutin dapat meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan sejak dini, sehingga risiko penularan dapat ditekan secara signifikan.

(ADV/Puskesmas)