Puskesmas Balikpapan Timur Edukasi Ibu Hamil untuk Cegah dan Atasi Anemia

Dr Anne Octavia memberikan edukasi kepada ibu hamil tentang penanganan anemia pada ibu hamil 

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN — Puskesmas Balikpapan Timur menggelar kegiatan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan anemia pada ibu hamil, Kamis (20/11/2025), bertempat di ruang rapat Puskesmas Manggar Baru.

Kegiatan ini dihadiri oleh para ibu hamil yang telah terdata mengalami anemia dan difokuskan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya menjaga kadar hemoglobin selama kehamilan.

Acara menghadirkan narasumber Dr. Anne Octavia. Dr. Anne menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang secara khusus untuk memberikan pengetahuan langsung kepada ibu hamil yang membutuhkan pendampingan kesehatan tambahan. “Kegiatan hari ini dilaksanakan untuk meningkatkan awareness dan pemahaman terutama pada ibu hamil yang sudah terdata anemia,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa anemia pada ibu hamil memiliki hubungan erat dengan kasus stunting yang masih menjadi masalah serius di Kota Balikpapan. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Kota Balikpapan masih berada di kisaran 24 persen. “Ini adalah pendekatan dari hulunya.

Stunting bermula dari kondisi remaja putri dan ibu hamil yang anemia. Anemia salah satu faktor penyebab kekurangan gizi yang bisa meningkatkan risiko stunting dikemudian hari pada anak yang dilahirkan dari ibu yang anemia. Dan pada kegiatan ini fokusnya pada ibu hamil yang sudah terdata” jelasnya.

Dr. Anne juga memaparkan bahwa prevalensi anemia pada ibu hamil secara nasional masih cukup tinggi. Mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia 2023, tercatat 27,7 persen ibu hamil mengalami anemia, atau setara hampir tiga dari sepuluh ibu hamil mengalami anemia. “Idealnya tidak ada ibu hamil yang mengalami anemia. Karena itu, edukasi seperti ini penting untuk mencegah terjadinya anemia selama kehamilan dan perburukan anemia bagi yang ibu hamil yang sudah anemia,” tegasnya.

Di lapangan, pihak Puskesmas masih menghadapi tantangan dalam menjangkau seluruh sasaran. Dari 19 ibu hamil yang diundang, hanya 10 yang hadir pada kegiatan tersebut. Hambatan utamanya adalah keterbatasan waktu dan akses menuju fasilitas kesehatan. “Kita berusaha menjangkau mereka, tetapi ada keterbatasan dari sisi ibu hamil sendiri. Itu menjadi tantangan bagi kami,” tambah Dr. Anne.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan mematahkan stigma terhadap anemia, Dr. Anne menekankan pentingnya edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan. “Penyuluhan seperti ini harus dilakukan secara rutin dan konsisten. Satu kali kegiatan tidak cukup untuk menjangkau semua sasaran,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Puskesmas Balikpapan Timur berharap para ibu hamil dapat lebih memahami bahaya anemia, serta pentingnya penanganan dini demi kesehatan ibu dan bayi.

(ADV/Puskesmas)