Pemilihan DKM Masjid Jami As-Su'adaa : Abdul Syukur Unggul, Jamaah Dukung Perubahan

Foto bersama dalam pemilihan DKM Masjid Jami As-su'adaa Klandasan ilir periode 2025-2028

SWARAREPUBLIKA.com, BALIKPAPAN – Proses demokratisasi di tingkat jamaah kembali terwujud di Kota Balikpapan. Masjid Jami As-Su’adaa, salah satu masjid besar di Kelurahan Klandasan Ilir, menggelar sidang pemilihan ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) pada Minggu (21/9/2025).

Sidang berlangsung penuh kekhidmatan dan dipimpin langsung oleh tokoh agama, Habib Agus. Dalam forum tersebut, jamaah bermusyawarah untuk menentukan kepengurusan baru yang akan memimpin masjid selama tiga tahun ke depan.

Hasilnya, H. Abdul Syukur terpilih sebagai ketua DKM periode 2025–2028. Ia berhasil mengungguli ketua sebelumnya, Jumil Haseng, S.Ag., yang hanya memperoleh 19 suara. Dukungan jamaah yang mengalir kepada Abdul Syukur menunjukkan adanya kepercayaan besar terhadap visi dan komitmen yang dibawanya.

Pemilihan ini tidak hanya dihadiri jamaah, tetapi juga tokoh penting masyarakat. Hadir Lurah Klandasan Ilir Andi Arif Hidayatullah, Ketua Majelis Taklim Wanita (MTW) Sri Hana, serta Riri Azwari Lubis, SH., MH., yang juga dipercaya sebagai Dewan Pengawas Masjid Jami As-Su’adaa, dan perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Balikpapan.

Kehadiran mereka menjadi bukti kuat bahwa masjid memiliki posisi strategis dalam kehidupan sosial keagamaan masyarakat, bukan sekadar tempat ibadah, melainkan juga pusat aktivitas umat. Usai terpilih, Abdul Syukur menyampaikan sambutan penuh rasa syukur. Ia menegaskan bahwa amanah yang diembannya merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya individu.

“Keberhasilan ini bukanlah hasil usaha saya pribadi, melainkan buah dari dukungan, doa, dan kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun mengajak jamaah agar tetap menjaga kebersamaan demi memajukan masjid tercinta. Menurutnya, masjid harus mampu menjadi ruang yang menumbuhkan persaudaraan, menguatkan nilai toleransi, dan menghadirkan kenyamanan dalam beribadah. “Tujuan utama kita adalah menciptakan suasana aman, nyaman, dan khusyuk bagi jamaah dalam beribadah,” tambahnya.

Kepengurusan baru yang ia pimpin berkomitmen menyusun program kerja terarah dan bermanfaat. Agenda ke depan meliputi penguatan kegiatan keagamaan, pendidikan, serta pemberdayaan sosial kemasyarakatan. Perhatian khusus juga diberikan kepada para ibu jamaah yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan, baik pengajian, majelis taklim, maupun kegiatan sosial lainnya.

Hal ini menjadi bentuk pengakuan bahwa peran perempuan sangat vital dalam menjaga keberlangsungan aktivitas masjid. Selain itu, Abdul Syukur menekankan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, khususnya bagi generasi muda. Ia berharap pengurus baru dapat menghadirkan program pembinaan remaja masjid, kegiatan keilmuan, hingga pelatihan keterampilan yang dapat memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat sekitar.

Jamaah menaruh harapan besar agar di bawah kepemimpinan Abdul Syukur, Masjid Jami As-Su’adaa mampu terus berkembang. Tidak hanya berfungsi sebagai tempat melaksanakan salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan kebudayaan Islam. “Mari kita satukan niat dan tekad untuk memajukan masjid tercinta ini, agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Abdul Syukur dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan jamaah.

Dengan semangat kebersamaan, terpilihnya kepengurusan baru ini diharapkan dapat membawa Masjid Jami As-Su’adaa semakin berdaya guna, selaras dengan visi menjadikan masjid sebagai benteng moral dan pusat peradaban umat di tengah dinamika kehidupan kota Balikpapan.

(R)